Tampilkan postingan dengan label Rehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rehat. Tampilkan semua postingan

Dimanakah menemukan keadilan

Tersenyumlah jika itu tanda bahagia telah menemukan keadilan dan tegaknya hukum,
namun apa daya anda jika itu hanya bualan dan permainan belaka ...

Pernyataan ini mengisyaratkan lautan harapan yang rasanya telah membanjiri dada bagi segenap manusia ber-KTP Indonesia yang rindu akan tegaknya keadilan atau pernyataan ini hanya berasal dari artikel iseng oleh saya yang telah lama gak posting.

Namun untaian peristiwa dan potret dari media informasi seolah memberikan gambaran nyata bahwa pekerjaan rumah itu masih teronggok bahkan bisa jadi tak bertuan. Kita bisa googling sendiri berbagai peristiwa hukum yang meremukkan hati, rasanya seperti lupa kalau kita juga merupakan bangsa yang besar.

Siapakah tuan yang berani membenahi permasalahan ini ? menjadi garda terdepan dan panutan 

Karena keadilan ini mendatangkan ketentraman dan kedamaian ...

Tentunya keadilan bukan sekedar kajian teoritis di bangku pendidikan, bukan pula ucapan para pakar yang memiliki jutaan referensi. Tapi berbagai upaya lelah yang mendatangkan keseimbangan hak dan kewajiban yang proporsional tiap lapisan masyarakat, menghindarkan dari kezhaliman atas orang lain.

Menurut M.Quraish Shihab, keadilan menjelaskan bahwa dalam makna keseimbangan ditemukan pada suatu kelompok yang di dalamnya terdapat macam-macam bagian guna menuju satu tujuan tertentu.

Tentunya bangsa yang besar ini setelah terbebas dari penjajahan kolonialis, bukankah memiliki cita-cita yang luhur ? berikhtiar secara sungguh-sungguh melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Semoga lelah kita nanti dalam mengupayakan keadilan membuahkan kehidupan berbangsa yang lebih baik, mewariskan kepada generasi penerus berbagai manfaat dan estafet teladan yang patut ditiru. Selain itu juga mampu bersaing dan memiliki keunggulan diantara bangsa-bangsa lain di muka bumi.


Rehat humor 004

Tulisan di pintu ruangan kantor


Pegawai 1 : bener bener tuh manager rajin banget ngontrol 

                    bawahannya,  sering banget masuk ruangan ini

Pegawai 2 : iya, puyeng juga kalo lagi ngomel disini

Pegawai 1 : Padahal udah dilarang masuk ruangan ini,

                    tuh gue tempelin sign (tanda) di pintu ruangan.

                    Gak bisa baca apa !

Pegawai 2 : Emang lo tempelin apaan di pintu ?

Pegawai 1 : iniloh tulisan " STAFF ONLY "



Ijazah anak


Emak juara   : anak gue nilai ijazahnya koq jelek padahal biasanya
                        nilai di raport pada bagus-bagus
Emak untung: anak gue beruntung banget nilai ijazahnya bagus
                        padahal raportnya biasa kebakaran
Emak lola     : anak gue lagi mo di selametin,
                        nilai raport dan ijazahnya pada kebakaran nih
Emak juara   : ikut susulan lagi ya, perbaikan gitu ?
Emak untung: bayar berapa lo ? ke siapa ?
Emak lola     : raport ama ijazahnya gue rendem di air biar kebakarannya mati



Update status

Emak: ujang, beliin emak air galon ya
ujang: iya mak, update status dulu
Emak: sekalian ke pasar tolong beli emak, bumbu dapur
ujang: iya mak, update status dulu
Emak: pulangnya langsung cuci pakaian sekolah yang kotor ya
ujang: iya mak, update status dulu
Emak: Koq belum jalan juga jang, nunggu apa lagi sih jang
ujang: nunggu ada yang nge-like sama yang isi comment mak


Yang muda yang nggak bakalan tua


Pernahkah anda melihat bapak tua berumur sekitar 70-an menjajakan rambutan di pom bensin. Beliau menawarkan tiga ikat rambutan yang terlihat mulai layu tanpa sepatah kata-pun, hanya bermodalkan tatapan matanya dan sodoran tangannya yang renta memperlihatkan dagangan.

Barangkali anda juga pernah melihat manusia-manusia seumur pak tua penjual rambutan berjalan menuju pasar untuk melakukan kegiatan yang sama. Bahkan bisa jadi dagangannya lebih banyak dan lebih berat yang harus dibawa berjalan bersamanya.

semangat pak tuaUsia produktif terasa menjadi lebih panjang pada negara berkembang atau bisa dikatakan miskin, maka saat umur sudah senja-pun masih melakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup. Potret kehidupan ini merupakan bagian dari album foto besar  negara yang telah merdeka lebih dari 60 tahun ini.

pak tua penjual kelontongibu tuaTentunya buat apa mereka yang tua berjualan jika anak-anaknya atau saudaranya sudah mampu, mapan dan sejahtera. Dengan rata-rata pendapatan per kapita yang masih kecil, tingkat inflasi dan pemerataan pendapatan yang timpang menjadikan  lingkungan terdekat rata-rata senasib dengannya dalam hal kesejahteraan.

Siapa yang harus peduli ?

Kepedulian menjadi jembatan antara mereka yang kaya dengan yang miskin, beruntung dengan yang tidak beruntung dan memupuk kasih sayang dari yang muda kepada yang sudah tua.

Sudahkan kepedulian menjadi budaya ? dibangkitkan melalui pendidikan, penanaman dan dibiasakan dalam keseharian. Jangan lupa, juga dicontohkan melalui perilaku para pemegang amanah negara.

Tanggung jawab pemuda diharapkan dapat mengubah menjadi lebih baik, karena memiliki usia dan asumsi produktivitas tinggi dan investasi berharga masa depan

Bagaimana jika yang muda sudah tidak peduli ?. Terjebak dengan nafsu mudanya yang tidak terkendali.

yang muda hura hura dugemAda yang berkutat dengan tawuran ... dengan resiko mati muda.

Ada yang berada di dunia halusinasi melalui kubangan narkoba. Narkoba menjadi obat awet muda yang mujarab, tidak akan merasakan menjadi tua karena resiko mati muda.

Ada ... dan ... ada lagi ...

Semoga ada yang masih sholeh, memanfaatkan masa emas di usia mudanya ...

Kami Rohis bukan teroris

rohis bukan teroris
Pemberitaan dengan opini negasi dan menyudutkan rohis dilakukan metro TV melalui tayangan grafis berjudul pola rekrutmen teroris muda dengan memberikan warning pada foot-nya "Awas generasi baru teroris". Salah satu pola perekrutan pada tayangan tersebut adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler masjid-masjid di sekolah.

info grafis metro tv
Hal tersebut kontan menyulut protes masyarakat terutama dari aktivis yang berasal dari kerohanian islam di sekolah maupun kampus. Tersirat dengan jelas bahwa pola yang dimaksud memang mengarah pada lembaga kerohanian islam, bahkan menurut rekaman yang dimiliki KPI bahwa narasumber dalam acara tersebut memang menyatakan secara lisan "rohis".

Secara pribadi, saya termasuk yang pernah merasakan berkecimpung dalam kerohanian islam, merasakan nikmatnya menimba ilmu keagamaan ditengah minimnya siraman rohani pada lembaga formal karena jam-nya pun terbatas. Baru mulai bisa membaca al quran walau terbata-bata dan coba mempelajari jerih payah para pendahulu agama ini yang dengan susah payah menegakkan islam.

Pernyataan dari saya " Saya alumni rohis, dan saya bukan teroris " dan saya tidak akan mengajarkan dan mewariskan kepada tiga anak saya untuk menjadi teroris. Islam itu lebih indah dari yang anda bayangkan.

Intermezzo: video lagu tentang rohis.

Tumpul

tumpul
Perumpamaan pisau, ia tajam dibawah namun tumpul ke atas, dan wajah hukum di Indonesia sedang memperlihatkan hal ini. Kemampuannya untuk mengiris ketidakberdayaan rakyat jelata yang hidupnya serba kekurangan tidak perlu diragukan lagi, namun jangan tanya apabila perbuatan iseng bin jahat dilakukan oleh pejabat atau kalangan pembesar, maka .... pisau itu tumpul.

Perumpamaan itu yang saya dengar pada khutbah jum'at pekan ini, menarik tapi memilukan.

Inilah sebagian gambaran umat islam yang ironisnya tiap tahun merayakan maulid nabinya. Perayaannya sungguh sangat meriah bahkan menghiasi agenda kegiatan istana negara. Sayang .... tumpul, belum mampu membangunkan dan memotivasi pemimpin dan umat untuk bersama berbuat lebih aplikatif, yakni mencontoh Rasulullah SAW dalam kehidupannya. 

Padahal maulid yang dicanangkan Shalahuddin al ayyubi mampu meningkatkan semangat ketaqwaan umat yang rindu akan Rasulullah. Pemimpin dan rakyatnya bersama untuk bangkit dan jayalah umat di masa itu.

Selamat, semoga sukses di dunia dan akhirat

semoga sukses dunia akhirat
Ucapan “selamat”, “semoga sukses selalu” dan ucapan lainnya dalam berbagai kesempatan silaturahmi maupun dalam formal meeting sudah acapkali terdengar. Bahkan ucapan tersebut dapat menghangatkan hubungan kedua belah pihak hingga dalam pertemanan dunia maya.

Hiasan kalimat ini dapat dan mudah dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat, baik mereka yang baik maupun jahat sekalipun. Karena memang kerapkali ucapan tersebut memiliki perspektif dan bingkai terbatas yakni hubungan manusia yang sesaat, di dunia saja.

Dunia, identik dengan fana dan bersifat sementara, jika kita ukur umur seorang manusia dengan kesempatannya untuk melakukan segala aktivitas, cita-cita dan misi yang hendak dicapainya maka kita dapat menilai prosentasi keberhasilannya menjadi semu.

Berapa banyak manusia yang meninggal dunia di waktu muda ? Anda bisa saja menemukan manusia yang hingga usia lanjut pun tidak merasa puas dengan apa yang telah dicapainya selama ini.

Lalu, bagaimana jika kita melengkapinya dengan satu kalimat, Akhirat. Anda bisa saja menolak untuk menambahkan kalimat tersebut jika tidak yakin akan keberadaanya, sayangnya anda perlu menjelaskan mengapa harus anda yang berada di dunia ini ? Karena, kerterbatasan dunia akan dilengkapi dengan Akhirat sebagai penghujung jalan dan akhir perjalanan lalu dipertemukan dengan Penciptanya untuk mempertanggungjawabkan semua amalnya di dunia.

Setelah kita menambahkannya menjadi, “Selamat semoga sukses di dunia dan akhirat” maka terasa lengkap jika kita mengucapkannya kepada orang lain.

Saya ucapkan kepada politikus busuk, “Selamat semoga sukses di dunia dan akhirat”,
kepada para koruptor  “Selamat semoga sukses di dunia dan akhirat”,
kepada para pedagang culas “Selamat semoga sukses di dunia dan akhirat”,
kepada para pemimpin negara yang angkuh “Selamat semoga sukses di dunia dan akhirat”,
kepada Saya, Anda dan kita semua “Selamat semoga sukses di dunia dan akhirat”.